Header AD

Doa bangun tidur sesuai Sunnah (bahasa arab dan artinya) -- bagian 2


Lanjutan dari doa bangun tidur sebelumnya, berikut ini adalah sunnah lainnya yang diajarkan Nabi kita Muhammad Shallallahu 'alayhi wa sallam ketika kita bangun tidur, hendaknya membaca doa berikut ini.

Doa bangun tidur sesuai Sunnah (bahasa arab dan artinya) -- bagian 2














Ini adalah doa bangun tidur yang diajarkan dalam Islam, diajarkan oleh Nabi Shallallahu 'alayhi wa sallam kepada kita sebagai umatnya.

Maka hendaknya kita selalu mengamalkan sunnah-sunnah doa harian ini, termasuk doa setelah bangun tidur, dan mengamalkannya dengan istiqomah sepanjang hidup kita, dan juga mengajarkannya do'a-do'a berikut kepada keluarga kita.

Do'a-do'a berikut ini diambil dari kitab Hisnul Muslim dan penejelasannya diambil dari kitab syarh do'a dan dzikir hisnul muslim.

Anda bisa membeli buku syarh do'a dan dzikir hisnul muslim di sini (klik).

Ada empat do'a setelah bangun tidur yang disunnahkan Nabi kita, Nabi Muhammad Shallallahu 'alayhi wa sallam. Berikut ini doa ke-2. (lihat doa bangun tidur bagian 1, alhamdulillahilladzii ahyaanaa... dst)

2. Bacaan do’a setelah bangun tidur (laa ilaaha illallah...dst)

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ
((رَبِّ اغْفِرْ لِيْ)).
laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, lahul-mulku wa lahul-hamdu, wa huwa `alaa kulli syai-in qadiir, subhaanallaahi, walhamdulillaahi, wa laa ilaaha illallaahu, wallahu akbar, wa laa hawla wa laa quwwata ilaa billaahil-`aliyyil-azhiim... rabbighfirlii...

Artinya:  ‘Tiada Tuhan yang haq selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan pujian. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan yang haq selain Allah, Allah Maha Besar, tiada daya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung’. ‘Wahai, Tuhanku! Ampunilah dosaku’. (Hadits riwayat al-Bukhari dan Ibnu Majah).
(HR. Imam Al-Bukhari dalam Fathul Baari 3/39, no. 1154 dan juga imam hadits yang lain. Sedangkan lafazhnya dari  hadits riwayat Ibnu Majah no. 3878. Lihat Shahih Ibnu Majah (2/335).

Sahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Ubadah bin ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu. Disebutkan di dalam hadits tersebut:
من قال ذالك غفر له, فإن دعا استجب له, فإن قام فتوضّأ ثمّ صلىّ قبلت صلاته
Artinya: “Siapa saja yang mengucapkan do’a tersebut, maka dia diampuni. Jika dia berdo’a, maka dikabulkan untuknya, jika dia berdiri (untuk shalat) lalu berwudhu dan menunaikan shalat, maka shalatnya diterima.

Ungkapan لا إله إلا الله  ‘tiada Tuhan selain Allah’, ketahuilah bahwa ucapan itu adalah kalimat tauhid menurut ijma’. Kalimat itu mencakup nafi (peniadaan) dan itsbat (penetapan). Maka maksudnya, ungkapan لا إله ‘tiada Tuhan’ adalah penafian ketuhanan bagi selain Allah (tidak menganggap ada Tuhan kecuali Allah), sedangkan ungkapan إلا الله  ‘selain Allah’ adalah penetap ketuhanan Allah ta’ala (hanya Allah sebagai ilah / sesembahan). Dengan dua sifat ini, maka jadilah kalimat syahadat (persaksiat) dan tauhid.

Kabar لا  ‘tidak’ yang berfungsi (dalam bahasa arab) sebagai nafyu al-jins (penafian mutlak) dengan takdir yang dihilangkan. Teks aslinya adalah (dalam kaidah bahasa Arab):
لا إله حقّ أو بحقّ إلّا الله  ‘tidak ada Tuhan yang haq selain Allah’.

Ungkapan لا شرك له  ‘yang tidak ada sekutu bagiNya’ adalah penegas (takkid) bagi ungkapan وحده  ‘satu-satunya’. Karena satu (esa, tunggal) tentu tidak memiliki sekutu.

Ungkapan له الملك ‘bagiNya semua kerajaan’, الملك (al-mulk) dengan huruf mim ber-dhammah, artinya menjadi (kerajaan) bersifat umum, jika  الملك (al-milk) dengan huruf mim ber-kasrah artinya menjadi (kerajaan) bersifat khusus. Makanya diartikan ‘semua kerajaan’ karena Allah lah yang memiliki dan menguasai seluruh kerajaan yang ada di langit dan di bumi.

Ungkapan له الحمد ‘bagiNya segala puji’, dengan kata lain, semua janis pujian dari seluruh penghuni langit dan bumi dan semua hal yang terpuji.
Ungkapan سبحان الله ‘Mahasuci Allah’. سبحان  ‘Mahasuci’ adalah ‘alam untuk bertasbih, seperti Utsman adalah ‘alam untuk manusia. Tegaknya dengan kata kerja disembunyikan dan ditinggalkan untuk tidak diperlihatkan.

Aslinya adalah : أسبح الله سبحانه ‘aku mensucikan Allah dengan ucapan Mahasuci Dia’. Kemudian سبحان  ‘Mahasuci’ berposisi sebagai kata kerja sehingga dia menutupnya. Makna tasbih adalah menjauhkan segala apa yang tidak layak bagiNya, baik berupa sekutu, anak, istri, atau berbagai macam kekurangan secara mutlak.

Ungkapan والله أكبر ‘Allah Mahabesar’, dengan kata lain Dia (Allah ta’ala) lebih besar dan lebih agung dari segala sesuatu.

Ungkapan ولا حول ولا قوّة إلّا بالله ‘tiada daya dan upaya, dan tiada perubahan menjadi lebih baik melainkan dengan pertolongan Allah’, dengan kata lain, tiada seorangpun yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan segala urusannya dan membuat perubahan melainkan dengan kehendak dan pertolonganNya.


Ungkapan ربّ اغفرلي ‘ wahai Rabbku, ampunilah aku’, dengan kata lain, wahai Rabb, tutupilah dosa-dosaku.



Doa bangun tidur sesuai Sunnah (bahasa arab dan artinya) -- bagian 2 Doa bangun tidur sesuai Sunnah (bahasa arab dan artinya) -- bagian 2 Reviewed by Herbaltum on 4:02 PM Rating: 5

No comments